Monday, July 18, 2016

UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN DAN DUKUNGAN KESEHATAN DI SATUAN JAJARAN KESDAM II/SWJ GUNA MENDUKUNG TUPOK KODAM II/SWJ



UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN DAN DUKUNGAN KESEHATANSATUAN JAJARAN KESDAM II/SWJ DALAM  MENDUKUNGTUGAS POKOK KODAM II/SWJ

BAB I
     PENDAHULUAN


1.         Umum.       


          Kesehatan sebagai salah satu fungsi teknis militer umum TNI AD melaksanakan tugas dengan menyelenggarakan segala upaya yang berkenaan dengan pembinaan kesehatan prajurit, PNS TNI AD beserta keluarganya dan Satuan TNI AD dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD [2], juga ikut berperan serta didalam memajukan suatu Pembinaan Sistem Kesehatan Nasional, olah karenanya Kesehatan Angkatan Darat merasa perlu ikut serta berpartisipasi di dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan ini juga merupakan bagian Bhakti TNI AD dari perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat. Untuk mewujudkan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang optimal, kesdam II/Swj dalam hal ini Denkesyah dan jajarannya serta Peleton kesehatan harus berupaya meningkatkan  kemampuan dan kinerjanya serta lebih memodernisasi sarana dan prasarana pendukungnya dihadapkan pada tugas kedepan dalam mendukung tupok Kesdam II/Swj .

 2.         Maksud dan Tujuan

a.         Maksud.        Untuk memberikan gambaran tentang dukungan kesehatan guna mendukung Tupok Kesdam II/Swj.

b.         Tujuan.          Agar diperoleh kesamaan pemahaman di dalam rangka upaya peningkatan dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj antara unsur komando atas dengan unsur pelaksana di daerah.

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.     Substansi dari   penulisan  karya  tulis ini dibatasi pada peran dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj, dalam upaya pembinaan fungsi satuan, dengan tata urut sebagai berikut  :

            a.         Pendahuluan
b.         Landasan Pemikiran
c.         Kondisi Dukungan Kesehatan Saat Ini
d.         Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
e.         Kondisi Dukungan Kesehatan Yang Diharapkan
f.          Upaya-Upaya Dalam  Rangka  Meningkatkan  Dukungan  Kesehatan
di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj
g.         Penutup

4.         Metoda Pendekatan.           Tulisan ini menggunakan metoda melalui pendekatan studi literatur, serta pengalaman dilapangan.

5.         Pengertian.
 a.         Komando Kewilayahan. Adalah institusi militer TNI AD yang melaksanakan fungsi penyelenggaraan Perwilayahan yang disusun secara vertikal mulai dari Kodam, Korem, Kodim sampai tingkat Koramil.

 b.         Kesdam.  Adalah institusi militer yang menyelenggarakan fungsi pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD pada setingkat           Kotama Kodam.

 c.         Denkesyah.  Adalah institusi militer yang menyelenggarakan fungsi pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD pada tingkat Komando Kewilayahan setingkat Korem.

 d.         Sistem Kesehatan Nasional (Siskesnas).           Adalah tatanan yang             mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk  meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam       Undang-Undang Dasar 1945.

 e.         Sistem Kesehatan Angkatan Darat.   Adalah tatanan  pembinaan  kesehatan  yang merupakan rangkaian usaha, kegiatan dan pekerjaan tehnis kesehatan yang saling mempengaruhi dan membentuk suatu kebulatan pola yang teratur untuk mendukung  pelaksanaan tugas pokok TNI AD.
           
f.          Kesehatan TNI AD.              Adalah Kesehatan TNI AD merupakan             Kecabangan TNI AD yang menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi tehnis Militer kesehatan berdasarkan sistem kesehatan TNI          AD.

 g.         Pembinaan Kesehatan TNI AD. Pembinaan Kesehatan TNI AD  merupakan segala usaha, kegiatan dan pekerjaan  yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengerahan, pengendalian dan pengawasan segenap sumber-daya, dana dan sarana serta metoda yang diarahkan kepada    terselenggaranya bantuan kesehatan bagi TNI AD secara berdaya guna dan berhasil guna.
           
h.         Pelayanan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan (Yankes), merupakan pelaksanaan upaya-upaya kesehatan yang dikaitan dengan pencapaian derajat yang optimal bagi personil TNI AD beserta keluarganya.

i.          Satuan Kesehatan Wilayah. Satuan Kesehatan Wilayah     (Satkesyah) adalah Satuan Kesehatan yang disusun berdasarkan DSPP dan disiapkan untuk mendukung Satker (Kodam/Korem) sebagai Kompartemen/ Sub Kompartemen Strategis dan merupakan sandaran bagi Satkeslap dan Satkes lainnya yang berada di wilayah Satker tersebut dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan.

j.          Satuan Kesehatan Lapangan.    Satuan  Kesehatan   Lapangan (Satkes-lap) adalah suatu Satuan Kesehatan yang disusun berdasarkan TOP dan disiapkan untuk dukungan kesehatan bagi Satuan TNI AD yang melaksanakan tugas tempur, bantuan tempur dan tugas operasi lainnya.

k.         Satuan Kesehatan Bantuan. Satuan Kesehatan Bantuan   (Satkesban) adalah Satuan Kesehatan yang di bentuk dalam rangka         penugasan secara khusus, baik penugasan pelayanan kesehatan           maupun dukungan kesehatan sesuai dengan situasi dan kondisi.

l.          Kesehatan Promotif.             Adalah upaya peningkatan kesehatan yang meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan TNI AD dan keluarganya.

m.        Kesehatan Preventif.    Adalah  upaya  kesehatan  pencegahan yang meliputi segala usaha, pekerjaan untuk mencegah penyakit dilingkungan personil TNI AD dan keluarganya.

n.         Kesehatan Kuratif.   Adalah upaya penyembuhan yang meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk penyembuhan penderita Sakit, baik personil TNI AD maupun keluarganya.


o.         Kesehatan Rehabilitatif.   Adalah upaya pemulihan yaitu meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan pemulihan penderita agar sejauh mungkin kembali kekeadaan kesehatan yang optimal sehingga dapat bertugas kembali [3].

BAB   II
LANDASAN PEMIKIRAN

6.         Umum.           Kita menyadari bahwa TNI AD berada dalam era perubahan kondisi lingkungan strategis yang sangat cepat dan dinamis, sehingga TNI AD senantiasa dituntut untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian atau perubahan-perubahan agar tetap mampu melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Namun apa pun penyesuaian dan perubahan itu, yang pasti adalah bahwa pengabdian TNI AD khususnya Kesehatan TNI AD tetap untuk Sang Merah Putih !


7.         Landasan  Pemikiran           
 
             a.         Landasan Idiil.         Panca Sila yang merupakan dasar negera, ideologi dan      pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan sumber dari segala sumber hukum yang mengandung nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera, senantiasa menjadi dasar dari segala upaya penyelenggaraan negera dan pemerintahan termasuk TNI AD dan Kesehatan AD pada khususnya dengan memberi pelayanan kesehatan bagi setiap personil TNI AD dan keluarganya dan masyarakat yang membutuhkannya pada setiap operasi ataupun di home base sebagai perwujudan dari peran serta kesehatan TNI AD meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia.

b.         Landasan Konstitusional.           Dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 tentang pokok-pokok pikiran mengenai penyelenggaraan pertahanan negera yang dijiwai oleh falsafah Panca Sila.

c.         Landasan Operasional
1)         Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2000 Tentang Pemisahan TNI dan Polri Pasal 1 Tentang Jati Diri Tentera Nasional Indonesia,
2)         Ketetapan MPR RI Nomor  VII/MPR/2000 Pasal 4 Tentang Tugas Bantuan Tentera Nasional Indonesia.
3)         UU RI Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI, Bab II Jati Diri Pasal 2, bahwa Prajurit TNI adalah Tentera Rakyat, Tentera Pejuang, Tentera Nasional serta Tentera Profesional. Eka Paksi.    Pelayanan kesehatan, pembinaan mental, pemberian tanda penghargaan

d.         Landasan Sejarah
1)         Masa merebut kemerdekaan.  Pada masa ini kesehatan belum ada secara organisasi yang tersusun baik, baru berupa kelompok yang menamakan Palang Merah yang memberikan pertolongan perawatan pada korban  tempur maupun  non tempur dengan peralatan yang sangat sederhana dan jenis obatan-obatan yang terbatas begitu pula personil   kesehatannya  terdiri  dari  orang-orang  yang kurang profesional, tetapi mereka bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi hanya satu dalam benak mereka memberi pertolongan secara ikhlas di dorong pengabdian yang tulus demi kemerdekaan             yang mereka perjuangkan saat itu.
2)         Masa mempertahankan kemerdekaan.  Pada masa ini pelayanan kesehatan sudah mulai meningkat lebih profesional  dan sudah ada organisasi kesehatan TNI AD,  secara kwuntitas dan kwalitas personil kesehatan sudah baik dan mereka merupakan lulusan kedokteran dan sekolah perawat, sistem pelayanan kesehatan yang diberikan baik didaerah belakang dan pertempuran sudah cukup baik.
3)         Masa mengisi kemerdekaan.  Pada masa ini Kesehatan AD lebih fokus membentuk postur Kesehatan AD yang profesional yang  dapat membentuk prajurit kesehatan yang tangguh dan dapat mendukung tugas pokok TNI AD didalam menegakkan kedaulatan NKRI.

BAB  III
KONDISI SAAT INI

8.         Umum.           Peran Kesdam II/Swj amat dominan dibandingkan dengan kekuatan instansi kesehatan yang lainnya [4] walaupun kita menyadari bahwa apa yang telah kita berikan belum optimal, didalam pelaksanaannya pelayanan kesehatan banyak menemui permasalahan apalagi dihadapkan pada tugas kedepan memberikan pelayanan dan dukungan kesehatan di Satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj.

9.         Kondisi Dukungan Kesehatan Saat Ini.      Dukungan kesehatan di satuan-satuan tempur wilayah Kodam II/Swj saat ini masih dirasakan kurang optimal, personel-personel kesehatan tersebut masih ada sebagian yang  kurang di bidangnya dikarenakan tugas mereka tidak sesuai dengan fungsinya lagi dalam arti tidak sepenuhnya pada porsi tugasnya sebagai personel Keslap.

10.       Alkes, obat-obatan, sarana evakuasi Yang Menunjang.    Minimnya sarana dan prasarana tersebut setidaknya akan menghambat kinerja apalagi pada saat pelaksanaan evakuasi, rumkit tempat rujukan berjarak cukup jauh tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang patal apabila hal ini diabaikan.

11.       Sumber Daya Manusia.  Memang sekarang ini di Kodam  II/Swj   dirasakan kurang tenaga dokter untuk memback up satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj yang ada di Kodam  II/Swj, Dalam masalah kesehatan tentunya personel kesehatan yang diharapkan dapat menangani dengan tepat dan baik.

13.       Piranti lunak.   Piranti lunak yang dimaksud adalah bidang administrasi yang menyelenggarakan pembinaan meliputi perencanaan sampai dengan pengawasan yaitu :

            a.         Pencatatan medis ( medical record).
            b.         Laporan penyakit.
            c.         Laporan kesehatan berkala.
            f.          Dan lain-lain.
        
Selain daripada itu juga buku-buku petunjuk, baik yang berupa Juknis, Juklak, maupun petunjuk mengenai pembinaan/administrasi/strategi dari sistem pelayanan dan dukungan kesehatan di Satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj. 

BAB   IV
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH


14.       Umum            Dalam melaksanakan dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj masih banyak menemui permasalahan, yang pada umumnya menyangkut keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan, kurangnya peran serta dari personel sendiri. Keberhasilan hanya dapat dinyatakan secara subjektif yaitu dari kepuasan atau keluhan dari pihak yang dilayani.  Permasalahan pokok yang dihadapi adalah sebagai berikut :

            a.         Kemampuan tehnis medis belum sesuai dengan kebutuhan.
            b.         Keterbatasan dukungan yang dialokasikan.
            c.         Kurangnya piranti lunak mengenai petunjuk, sistem, metoda            dan 
          prosedur pembinaan teknis yang ada disatuan-satuan tempur.


15.       Faktor Eksternal.       Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap sistem dukungan  kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj:

a.         Peluang.         Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk bisa tercapainya dukungan kesehatan yang lebih baik dan terarah.

b.         Kendala.

1)         Sikap Profesionalisme.           Sikap pofesionalisme sangat dipengaruhi sekali oleh kecakapan seseorang menguasai bidang profesinya.
2)         Allkes, obat-obatan, sarana evakuasi, kebijakan komando sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata pada sistem dukungan kesehatan yang mereka berikan pada satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj.

16.       Faktor Internal.        Faktor Internal yang berpengaruh terhadap sistem dukungan kesehatan di Satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj antara lain :

a.         Kekuatan.     Sikap personel satuan terhadap dukungan Kesehatan , meskipun  dengan segala keterbatasaan yang dimiliki oleh Tim Dukkes pada umumnya positif. Sejauh ini kendala-kendala yang dihadapi akan diupayakan penyelesaiannya.

b.         Kelemahan.
        
1)         Sikap Anggota terhadap Instansi Kesehatan satuan.  Berbeda dengan sikap masyarakat yang pada umumnya positif, sikap anggota justru sebaliknya. sebagai unit untuk digunakan dalam keadaan darurat [5].
2)         Sumber Daya Manusia.    Sumber daya manusia yang rendah merupakan suatu kendala yang dapat menghambat sistem dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam  II/Swj.


  BAB V
KONDISI YANG DIHARAPKAN


17.       Umum.           Kita menyadari bahwa Kesdam II/Swj umumnya Satuan jajaran Kesdam II/Swj pada khususnya untuk memberikan yang terbaik bagi Satuan-satuan  yang berada dijajaran Kodam II/Swj sehingga dalam melaksanakan tugas pokok TNI-AD membutuhkan bantuan kesehatan, baik dalam rangka pembinaan kekuatan maupun dalam rangka penggunaan kekuatan TNI-AD.     Inti kekuatan TNI-AD terletak pada kekuatan sumber daya manusianya. Prajurit TNI-AD diberi kelengkapan persenjataan, peralatan,strategi, taktik dan teknik dalam melaksanakan tugasnya.    Perlengkapan prajurit yang sempurna tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat jasmani dan rohaninya.
Dengan demikian peran Kesdam umumnya satuan jajaran  khususnya dalam memberikan dukungan kesehatan diwilayahnya menjadi sangat dominan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok satuan-satuan tempur di jajaran Kodam II/Swj, agar peran tersebut menjadi optimal pada porsinya sendiri.

18.       Kondisi Dukungan  Kesehatan Yang Profesional.       Pada  intinya dukkes akan berjalan baik apabila ditunjang dengan  sarana dan prasarana yang seimbang, SDM, kebijakan komando dan hal-hal yang berperan sangat mendukung terselenggaranya dukkes yang optimal.

21.   Sumber Daya Manusia Yang Profesional.           Keberhasilan pencapaian tugas pokok Peleton kesehatan sangat dipengaruhi oleh profesionalitas sumberdaya manusianya, baik secara individu maupun kelompok karena pada dasarnya dukungan kesehatan adalah suatu pengorganisasian dari subsistem-subsistem prajurit yang mempunyai keahlian bidang masing-masing didalam memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan cepat bertindak dan pada porsinya.


BAB   VI
UPAYA MENINGKATKAN DUKUNGAN
KESEHATAN DI SATUAN-SATUAN JAJARAN KESDAM KESDAM II/SWJ

23.       Umum.           Pengembangan gelar satuan Kesehatan Wilayah pada hakekatnya diarahkan untuk dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI-AD, baik dalam rangka pembinaan kekuatan maupun dalam rangka penggunaan kekuatan TNI-AD.          Inti kekuatan TNI-AD terletak pada kekuatan sumber daya manusianya yaitu prajurit-prajurit TNI-AD beserta komplemennya yaitu pegawai negeri sipil TNI-AD. Prajurit TNI-AD diberi kelengkapan persenjata, peralatan, strategi, taktik dan teknik dalam melaksanakan tugasnya.   Perlengkapan prajurit yang sempurna tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat jasmani dan rohaninya.
Dengan demikian peran Kesehatan  merupakan faktor yang sangat penting bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok yang diemban oleh personel di jajaran Kodam II/Swj. maka diperlukan suatu upaya pembinaan dukungan kesehatan yang meliputi :

a.            Subyek yang diharapkan pada bidangnya.
b.            Sarana dan prasarana yang mendukung .
c.            Alkes, obat-obatan dan sarana penunjang sistem evakuasi.
d.            Sumber daya manusia yang profesional.
e.            Piranti lunak yang mendasari protap – protap kesehatan.
f.          Dan pembinaan gelar yang diarahkan pada pembinaan gelar Satuan Kesehatan baik secara terpusat maupun kewilayahan.
g.         Peran dari pada komando satuan.

24.       Tujuan.

a.         Membentuk, memelihara dan memantapkan kekuatan,   kemampuan dan    gelar satuan Kesehatan, sehingga fungsi dukungan  Kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal dan efektif, berdaya guna dan berhasil guna.

b          Terselenggaranya dukungan kesehatan yang optimal dan  sempurna di lingkungan Kodam II/Swj. secara berdaya guna dan berhasil guna sebagai salah satu eksistensi keberadaan personel kesehatan dalam fungsi dukungan kesehatan, dalam rangka mendukung Penggunaan Kekuatan Satuan TNI AD.
        
25.       Sasaran.

a.         Terwujudnya kekuatan satuan Kesehatan melalui pembinaan organisasi, personel, materiel dan piranti lunak secara efektif untuk dikerahkan  sebagai bantuan administrasi sesuai kebutuhan dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD umumnya dan satuan-satuan jajaran khususnya.

b.         Tercapainya kemampuan satuan kesehatan berupa kemampuan dukungan kesehatan melalui pembinaan fungsi tehnis kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada satuan-satuan jajaran Kodam II/Swj.

c.         Tertatanya gelar satuan  kesehatan yang berorientasi pada dislokasi dan pada satuan-satuan TNI AD yang dibantu serta berdasarkan pokok-pokok pembinaan gelar satuan TNI AD guna kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai penugasan.

d.         Dapat berperan serta dalam pembangunan bidang kesehatan nasional sesuai paradigma sehat abad ke 21 di mana pembangunan di arahkan kepada pembangunan yang berwawasan kesehatan yang bertanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan pendekatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif secara proporsional dan profesional.

26.       Subyek.

a.         Danrem.        Sebagai Komandan wilayah yang bertanggung jawab langsung kepada Pangdam selaku pembina kewilayahan / teritorial.

b.         Ka Kesdam. Selaku penanggung jawab sebagai pembina fungsi tehnis bidang kesehatan di wilayah.

c.         Dan Denkesyah.     Sebagai Komandan operasional satuan kesehatan di wilayah  yang bertanggung jawab langsung kepada Ka Kesdam dalam melaksanakan unsur-unsur kesehatan bidang pelayanan kesehatan.

d.         Dantonkes.  Sebagai penangung jawab atas terlaksananya dukungan kesehatan terhadap tugas yang dilaksanakan di satuan-satuan tempur.

27.       Obyek.

a.         Sumber Daya Manusia.        Sebagai komponen utama di dalam memberikan pelayanan kesehatan  kepada prajurit TNI AD dan keluarganya agar dapat  menyelesaikan tugas-tugas yang diemban secara optimal.

b.         Sarana dan Prasarana.     Sebagai pendukung utama di dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal sehingga dapat tercapai penyelesaian tugas secara efektif dan efisien.
c.         Pangkalan/Poliklinik.         Sebagai tempat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada prajurit TNI AD dan keluarga serta  masyarakat sekelilingnya.

d.         Piranti Lunak.          Pembinaan peranti lunak kesehatan mengikuti sistem pembinaan peranti lunak TNI AD.  Pengkajian validitas peranti lunak merupakan hasil uji lapangan satuan kesehatan dan umpan balik, sedangkan revisi, uji teori, pencetakan serta pendistribusian dilaksanakan terpusat.

28.       Metoda.         Yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan personel kesehatan dalam fungsi pelayanan kesehatan adalah rekruitmen, penyuluhan, pendidikan dan latihan, penugasan dan sosialisasi perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kedokteran/kesehatan.


a.         Edukasi.        Adalah pendidikan yang diberikan secara berlanjut, bertingkat untuk memperolah  hasil SDM yang profesional di dalam bidangnya masing-masing.
b.         Sosialisasi.     Adalah mengenalkan sistem pelayanan dan dukungan kesehatan yang berwawasan lingkungan dan mempunyai sarana dan prasarana yang modern yang dapat mendukung di dalam pencapaian tugas pokok TNI AD.
c.         Leadership.     Adalah Seni dan kecakapan dalam mempengaruhi dan membimbing  orang bawahan, sehingga dari pihak yang dipimpin timbul kemauan, kepercayaan, hormat dan ketaatan yang diperlukan dalampenunaian tugas-tugas yang dipikulkan padanya, dengan menggunakan alat dan waktu, tetapi mengandung keserasian antara tujuan kelompok atau kesatuan dengan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuan perorangan. Sifat-sifat Kepemimpinan.        Merupakan kualitas pribadi seorang pemimipin/komandan, karena sifat-sifat kepemimpinan adalah sikap dan tingkah laku yang dapat dilihat serta dicontoh oleh lingkungan sekitarnya.      
                              

29.       Sarana dan Prasarana.

a.         Semua sarana dan prasarana yang dimiliki TNI AD dan Satuan Kesehatan.

b.         Meliputi media, lembaga-lembaga pendidikan, (Rindam maupun di Pusdik-pusdik jajaran Kodiklat TNI AD) serta fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki TNI AD dan pemerintah daerah.

30.       Upaya yang dilaksanakan.          Di dalam menunjang upaya peningkatan pelayanan dan dukungan kesehatan di  karena keberhasilan dari sistem pelayanan kesehatan melibatkan unsur-unsur yang terkait dari mulai tingkat daerah hingga tingkat pusat yang mempunyai kemampuan yang profesional. Adapun upaya-upaya untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan tersebut adalah sebagai berikut :

a.         Sistem manajemen dukungan  kesehatan yang profesional.       
1)         Dalam hal ini pemberdayaan pelayanan kesehatan secara optimal.
2)         Membuat prosedur dan evaluasi mingguan tentang pelayanan termasuk keluhan.
3)         Melaksanakan tugas yang didasarkan atas dasar moral dan etika.

b.         Poliklinik  Yang Berwawasan  Lingkungan.   Selalu menjaga kebersihan poliklinik dan lingkungannya agar tetap tampak bersih dan asri.

c.         Sumber daya manusia yang profesional.   Mempunyai keahlian bidang masing-masing didalam memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan cepat bertindak dan pada porsinya.

d.          Pembinaan Piranti Lunak.           Agar sistem informasi, pencatatan dan pelaporan pada setiap sistem kegiatan berjalan normal.


BAB VII
PENUTUP


31.       Kesimpulan.                        Dari pokok-pokok pembahasan  dan uraian tentang  upaya meningkatkan pelayanan dan dukungan kesehatan di satuan-satuan jajaran Kesdam II/swj di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

a.         Alkes, obat-obatan dan sarana evakuasi belum mendukung secara optimal.
b.         Sumber daya manusia untuk  melakukan tindakan kegawat daruratan dirasakan masih kurang profesional dan kurang mendapat dukungan untuk pengembangan profesinya.
c.         Peran serta Komando dalam menunjang kelancaran dukkes di satuan-satuan jajaran kurang  optimal.

32.       Saran.            Dari beberapa kesimpulan di atas dalam rangka memberikan pelayanan dan dukungan kesehatan yang dilaksanakan di satuan-satuan jajaran Kesdam II/Swj kurang sepenuhnya terselenggara dengan baik dan kurang mendapat dukungan dari komando satuan-satuan terkait. maka disarankan :

a.         Perlu dipertimbangkan penambahan pasilitas untuk pelayanan dan dukungan kesehatan disatuan-satuan tempur personel yang berperan bekerja secara optimal.

b.         Untuk alkes, obat-obatan dan sarana evakuasi harus mendapat dukungan komando satuan terkait.          

c.         Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan senantiasa belajar, dan menambah ketrampilan dengan diberi kesempatan menambah ilmu dibidangnya.

d.         Koordinasi dengan instansi kesehatan lainnya dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.            Perlu dilakukan langkah-langkah yang konstruktif dalam upaya mencapai standarisasi pelayanan dan dukungan kesehatan yang proposional dan profesional dengan mengembangkan sistem pengajaran Dikbangspes tingkat Tamtama, Bintara dan Perwira Kesehatan.

g.         Perlunya meningkatkan kemampuan baik secara kualitas mapun kuantitas sesuai dengan tantangan tugas ke depan, perkembangan tekhnologi kedokteran, dan standarisasi kesehatan dilapangan.

 

2 comments: