UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN DAN DUKUNGAN KESEHATANSATUAN JAJARAN KESDAM II/SWJ DALAM MENDUKUNGTUGAS POKOK KODAM II/SWJ
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum.
Kesehatan
sebagai salah satu fungsi teknis militer umum TNI AD melaksanakan tugas dengan
menyelenggarakan segala upaya yang berkenaan dengan pembinaan kesehatan prajurit, PNS TNI AD beserta keluarganya dan Satuan TNI AD dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD [2], juga ikut berperan serta didalam memajukan suatu Pembinaan Sistem Kesehatan Nasional,
olah karenanya Kesehatan Angkatan Darat merasa perlu ikut serta berpartisipasi
di dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan ini juga merupakan bagian Bhakti TNI AD dari perwujudan
kemanunggalan TNI-Rakyat. Untuk mewujudkan suatu bentuk pelayanan kesehatan
yang optimal, kesdam II/Swj dalam hal ini Denkesyah dan jajarannya serta
Peleton kesehatan harus berupaya meningkatkan
kemampuan dan kinerjanya serta lebih memodernisasi sarana dan prasarana
pendukungnya dihadapkan pada tugas kedepan dalam mendukung tupok Kesdam II/Swj .
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud. Untuk memberikan gambaran tentang dukungan kesehatan guna mendukung Tupok Kesdam II/Swj.
b. Tujuan. Agar diperoleh kesamaan
pemahaman di dalam rangka upaya peningkatan dukungan kesehatan di satuan-satuan
Jajaran Kesdam II/Swj antara unsur komando atas
dengan unsur pelaksana di daerah.
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Substansi dari penulisan karya tulis
ini dibatasi pada peran dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj, dalam upaya pembinaan fungsi satuan, dengan
tata urut sebagai berikut :
a. Pendahuluan
b. Landasan
Pemikiran
c. Kondisi
Dukungan Kesehatan Saat Ini
d. Faktor-Faktor
Yang Berpengaruh
e. Kondisi
Dukungan Kesehatan Yang Diharapkan
f. Upaya-Upaya
Dalam Rangka Meningkatkan Dukungan Kesehatan
di satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj
g. Penutup
4. Metoda Pendekatan.
Tulisan ini menggunakan metoda
melalui pendekatan studi literatur, serta pengalaman dilapangan.
5. Pengertian.
a. Komando
Kewilayahan. Adalah institusi militer TNI AD yang
melaksanakan fungsi penyelenggaraan Perwilayahan yang disusun secara vertikal
mulai dari Kodam, Korem, Kodim sampai tingkat Koramil.
b. Kesdam. Adalah institusi
militer yang menyelenggarakan fungsi pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD
pada setingkat Kotama Kodam.
c. Denkesyah. Adalah institusi
militer yang menyelenggarakan fungsi pembinaan teknis bidang kesehatan TNI AD
pada tingkat Komando Kewilayahan setingkat Korem.
d. Sistem
Kesehatan Nasional (Siskesnas).
Adalah tatanan yang mencerminkan
upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan
kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu perwujudan
kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Undang-Undang
Dasar 1945.
e. Sistem
Kesehatan Angkatan Darat.
Adalah tatanan pembinaan kesehatan yang merupakan rangkaian usaha, kegiatan dan
pekerjaan tehnis kesehatan yang saling mempengaruhi dan membentuk suatu
kebulatan pola yang teratur untuk mendukung pelaksanaan
tugas pokok TNI AD.
f. Kesehatan TNI AD.
Adalah Kesehatan TNI AD merupakan Kecabangan
TNI AD yang menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi tehnis Militer kesehatan
berdasarkan sistem kesehatan TNI AD.
g. Pembinaan
Kesehatan TNI AD. Pembinaan Kesehatan TNI AD merupakan segala usaha, kegiatan dan pekerjaan
yang berhubungan dengan perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan, pengerahan, pengendalian dan pengawasan segenap
sumber-daya, dana dan sarana serta metoda yang diarahkan kepada terselenggaranya bantuan kesehatan bagi TNI
AD secara berdaya guna dan berhasil guna.
h. Pelayanan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan (Yankes), merupakan pelaksanaan
upaya-upaya kesehatan yang dikaitan dengan pencapaian derajat yang optimal bagi
personil TNI AD beserta keluarganya.
i. Satuan
Kesehatan Wilayah. Satuan Kesehatan Wilayah (Satkesyah) adalah Satuan Kesehatan yang
disusun berdasarkan DSPP dan disiapkan untuk mendukung Satker (Kodam/Korem) sebagai
Kompartemen/ Sub Kompartemen Strategis dan merupakan sandaran bagi Satkeslap
dan Satkes lainnya yang berada di wilayah Satker tersebut dalam rangka
memberikan pelayanan kesehatan.
j. Satuan Kesehatan Lapangan. Satuan Kesehatan Lapangan (Satkes-lap) adalah suatu Satuan
Kesehatan yang disusun berdasarkan TOP dan disiapkan untuk dukungan kesehatan
bagi Satuan TNI AD yang melaksanakan tugas tempur, bantuan tempur dan tugas
operasi lainnya.
k. Satuan
Kesehatan Bantuan. Satuan Kesehatan Bantuan (Satkesban) adalah Satuan Kesehatan yang di
bentuk dalam rangka penugasan
secara khusus, baik penugasan pelayanan kesehatan maupun dukungan kesehatan sesuai dengan situasi dan
kondisi.
l. Kesehatan
Promotif. Adalah upaya
peningkatan kesehatan yang meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan
pemeliharaan dan peningkatan kesehatan TNI AD dan keluarganya.
m. Kesehatan
Preventif.
Adalah upaya kesehatan
pencegahan yang meliputi segala usaha, pekerjaan untuk mencegah penyakit
dilingkungan personil TNI AD dan keluarganya.
n. Kesehatan
Kuratif. Adalah upaya penyembuhan yang meliputi segala
usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk penyembuhan penderita Sakit, baik personil
TNI AD maupun keluarganya.
o. Kesehatan
Rehabilitatif. Adalah
upaya pemulihan yaitu meliputi segala usaha, kegiatan dan pekerjaan pemulihan
penderita agar sejauh mungkin kembali kekeadaan kesehatan yang optimal sehingga
dapat bertugas kembali [3].
BAB II
LANDASAN PEMIKIRAN
6. Umum. Kita
menyadari bahwa TNI AD berada dalam era perubahan kondisi lingkungan strategis
yang sangat cepat dan dinamis, sehingga TNI AD senantiasa dituntut untuk
melakukan penyesuaian-penyesuaian atau perubahan-perubahan agar tetap mampu
melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Namun apa pun
penyesuaian dan perubahan itu, yang pasti adalah bahwa pengabdian TNI AD
khususnya Kesehatan TNI AD tetap untuk Sang Merah Putih !
7. Landasan Pemikiran
|
a. Landasan Idiil. Panca Sila
yang merupakan dasar negera, ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia
merupakan sumber dari segala sumber hukum yang mengandung nilai-nilai moral dan
etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera, senantiasa
menjadi dasar dari segala upaya penyelenggaraan negera dan pemerintahan
termasuk TNI AD dan Kesehatan AD pada khususnya dengan memberi pelayanan
kesehatan bagi setiap personil TNI AD dan keluarganya dan masyarakat yang
membutuhkannya pada setiap operasi ataupun di home base sebagai perwujudan dari
peran serta kesehatan TNI AD meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa
Indonesia.
b. Landasan Konstitusional. Dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD
1945 tentang pokok-pokok pikiran mengenai penyelenggaraan pertahanan negera
yang dijiwai oleh falsafah Panca Sila.
c. Landasan
Operasional
1) Ketetapan MPR RI Nomor
VII/MPR/2000 Tentang Pemisahan TNI dan Polri Pasal 1 Tentang Jati Diri Tentera
Nasional Indonesia,
2) Ketetapan MPR RI
Nomor VII/MPR/2000 Pasal 4 Tentang Tugas
Bantuan Tentera Nasional Indonesia.
3) UU RI Nomor 34 Tahun 2004
Tentang TNI, Bab II Jati Diri Pasal 2, bahwa Prajurit TNI adalah Tentera
Rakyat, Tentera Pejuang, Tentera Nasional serta Tentera Profesional.
Eka Paksi. Pelayanan kesehatan, pembinaan
mental, pemberian tanda penghargaan
d. Landasan Sejarah
1) Masa
merebut kemerdekaan. Pada masa ini
kesehatan belum ada secara organisasi yang tersusun baik, baru berupa kelompok
yang menamakan Palang Merah yang memberikan pertolongan perawatan pada
korban tempur maupun non tempur dengan peralatan yang sangat
sederhana dan jenis obatan-obatan yang terbatas begitu pula personil kesehatannya
terdiri dari orang-orang
yang kurang profesional, tetapi mereka bekerja dengan penuh semangat dan
dedikasi hanya satu dalam benak mereka memberi pertolongan secara ikhlas di
dorong pengabdian yang tulus demi kemerdekaan yang
mereka perjuangkan saat itu.
2) Masa
mempertahankan kemerdekaan. Pada masa
ini pelayanan kesehatan sudah mulai meningkat lebih profesional dan sudah ada organisasi kesehatan TNI
AD, secara kwuntitas dan kwalitas personil
kesehatan sudah baik dan mereka merupakan lulusan kedokteran dan sekolah
perawat, sistem pelayanan kesehatan yang diberikan baik didaerah belakang dan
pertempuran sudah cukup baik.
3) Masa
mengisi kemerdekaan. Pada masa ini
Kesehatan AD lebih fokus membentuk postur Kesehatan AD yang profesional yang
dapat membentuk prajurit kesehatan yang tangguh dan dapat mendukung
tugas pokok TNI AD didalam menegakkan kedaulatan NKRI.
BAB
III
KONDISI SAAT INI
8. Umum. Peran Kesdam II/Swj amat dominan dibandingkan dengan
kekuatan instansi kesehatan yang lainnya [4] walaupun kita menyadari bahwa apa yang telah kita berikan
belum optimal, didalam pelaksanaannya pelayanan kesehatan banyak menemui
permasalahan apalagi dihadapkan pada tugas kedepan memberikan pelayanan dan
dukungan kesehatan di Satuan-satuan Jajaran
Kesdam II/Swj.
9. Kondisi
Dukungan Kesehatan Saat Ini. Dukungan kesehatan di satuan-satuan tempur wilayah Kodam
II/Swj saat ini masih dirasakan kurang optimal, personel-personel kesehatan
tersebut masih ada sebagian yang kurang di
bidangnya dikarenakan tugas mereka tidak sesuai dengan fungsinya lagi
dalam arti tidak sepenuhnya pada porsi tugasnya sebagai personel Keslap.
10. Alkes, obat-obatan, sarana evakuasi Yang
Menunjang. Minimnya sarana dan prasarana tersebut setidaknya akan menghambat kinerja
apalagi pada saat pelaksanaan evakuasi, rumkit tempat rujukan berjarak cukup
jauh tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang patal apabila hal ini
diabaikan.
11. Sumber Daya Manusia. Memang sekarang
ini di Kodam II/Swj dirasakan kurang tenaga dokter untuk memback
up satuan-satuan Jajaran
Kesdam II/Swj yang
ada di Kodam II/Swj, Dalam masalah
kesehatan tentunya personel kesehatan yang diharapkan dapat menangani dengan
tepat dan baik.
13. Piranti lunak. Piranti lunak
yang dimaksud adalah bidang administrasi yang menyelenggarakan pembinaan
meliputi perencanaan sampai dengan pengawasan yaitu :
a. Pencatatan medis ( medical record).
b. Laporan penyakit.
c. Laporan kesehatan berkala.
f. Dan lain-lain.
Selain daripada itu juga buku-buku
petunjuk, baik yang berupa Juknis, Juklak, maupun petunjuk mengenai pembinaan/administrasi/strategi
dari sistem pelayanan dan dukungan kesehatan di Satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj.
BAB IV
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH
14. Umum Dalam melaksanakan dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj masih banyak menemui permasalahan, yang
pada umumnya menyangkut keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan,
kurangnya peran serta dari personel sendiri. Keberhasilan hanya dapat
dinyatakan secara subjektif yaitu dari kepuasan atau keluhan dari pihak yang
dilayani. Permasalahan pokok yang dihadapi adalah
sebagai berikut :
a. Kemampuan tehnis medis belum sesuai
dengan kebutuhan.
b. Keterbatasan dukungan yang
dialokasikan.
c. Kurangnya piranti lunak mengenai
petunjuk, sistem, metoda dan
prosedur
pembinaan teknis yang ada disatuan-satuan tempur.
15. Faktor Eksternal.
Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap sistem dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj:
a. Peluang. Peluang
ini dapat dimanfaatkan untuk bisa tercapainya dukungan kesehatan yang lebih
baik dan terarah.
b. Kendala.
1) Sikap
Profesionalisme. Sikap
pofesionalisme sangat dipengaruhi sekali oleh kecakapan seseorang menguasai
bidang profesinya.
2) Allkes,
obat-obatan, sarana evakuasi, kebijakan komando sehingga dapat memberikan
kontribusi yang nyata pada sistem dukungan kesehatan yang mereka berikan pada
satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj.
16. Faktor Internal. Faktor Internal yang berpengaruh
terhadap sistem dukungan kesehatan di Satuan-satuan
Jajaran Kesdam II/Swj antara lain :
a. Kekuatan. Sikap personel satuan terhadap
dukungan Kesehatan , meskipun dengan
segala keterbatasaan yang dimiliki oleh Tim Dukkes pada umumnya positif. Sejauh ini kendala-kendala yang
dihadapi akan diupayakan penyelesaiannya.
b. Kelemahan.
1) Sikap
Anggota terhadap Instansi Kesehatan satuan. Berbeda
dengan sikap masyarakat yang pada umumnya positif, sikap anggota justru
sebaliknya. sebagai unit untuk digunakan dalam keadaan darurat [5].
2) Sumber
Daya Manusia. Sumber daya manusia yang rendah
merupakan suatu kendala yang dapat menghambat sistem dukungan kesehatan di satuan-satuan Jajaran Kesdam II/Swj.
BAB V
KONDISI YANG DIHARAPKAN
17. Umum. Kita menyadari bahwa Kesdam II/Swj umumnya Satuan jajaran Kesdam II/Swj pada khususnya untuk memberikan yang terbaik bagi Satuan-satuan
yang berada dijajaran Kodam II/Swj
sehingga dalam melaksanakan tugas pokok TNI-AD membutuhkan bantuan kesehatan,
baik dalam rangka pembinaan kekuatan maupun dalam rangka penggunaan kekuatan TNI-AD. Inti kekuatan TNI-AD terletak pada kekuatan
sumber daya manusianya. Prajurit TNI-AD diberi kelengkapan persenjataan,
peralatan,strategi, taktik dan teknik dalam melaksanakan tugasnya. Perlengkapan prajurit yang sempurna tidak
akan dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat jasmani dan rohaninya.
Dengan demikian peran Kesdam umumnya satuan jajaran khususnya dalam memberikan dukungan kesehatan diwilayahnya
menjadi sangat dominan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok satuan-satuan
tempur di jajaran Kodam II/Swj, agar peran tersebut menjadi optimal pada
porsinya sendiri.
18. Kondisi Dukungan Kesehatan Yang Profesional. Pada intinya dukkes
akan berjalan baik apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana yang seimbang, SDM,
kebijakan komando dan hal-hal yang berperan sangat mendukung terselenggaranya
dukkes yang optimal.
21. Sumber Daya Manusia Yang Profesional. Keberhasilan pencapaian tugas pokok Peleton kesehatan
sangat dipengaruhi oleh profesionalitas sumberdaya manusianya, baik secara
individu maupun kelompok karena pada dasarnya dukungan kesehatan adalah suatu
pengorganisasian dari subsistem-subsistem prajurit yang mempunyai keahlian
bidang masing-masing didalam memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan
cepat bertindak dan pada porsinya.
BAB VI
UPAYA MENINGKATKAN DUKUNGAN
KESEHATAN DI SATUAN-SATUAN JAJARAN KESDAM KESDAM II/SWJ
23. Umum. Pengembangan gelar satuan Kesehatan Wilayah pada
hakekatnya diarahkan untuk dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI-AD, baik
dalam rangka pembinaan kekuatan maupun dalam rangka penggunaan kekuatan TNI-AD. Inti kekuatan TNI-AD terletak pada
kekuatan sumber daya manusianya yaitu prajurit-prajurit TNI-AD beserta
komplemennya yaitu pegawai negeri sipil TNI-AD. Prajurit
TNI-AD diberi kelengkapan persenjata, peralatan, strategi, taktik dan teknik
dalam melaksanakan tugasnya. Perlengkapan
prajurit yang sempurna tidak akan dapat dimanfaatkan tanpa prajurit yang sehat
jasmani dan rohaninya.
Dengan demikian peran Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting bagi
keberhasilan pelaksanaan tugas pokok yang diemban oleh personel di jajaran Kodam II/Swj. maka
diperlukan suatu upaya pembinaan dukungan kesehatan yang meliputi :
a.
Subyek yang diharapkan pada
bidangnya.
b.
Sarana dan prasarana yang mendukung .
c.
Alkes, obat-obatan dan sarana
penunjang sistem evakuasi.
d.
Sumber daya manusia yang profesional.
e.
Piranti lunak yang mendasari protap –
protap kesehatan.
f. Dan
pembinaan gelar yang diarahkan pada pembinaan gelar Satuan Kesehatan baik
secara terpusat maupun kewilayahan.
g. Peran
dari pada komando satuan.
24. Tujuan.
a. Membentuk,
memelihara dan memantapkan kekuatan, kemampuan dan
gelar satuan Kesehatan, sehingga
fungsi dukungan Kesehatan dapat
dilaksanakan secara optimal dan efektif, berdaya guna dan berhasil guna.
b Terselenggaranya dukungan
kesehatan yang optimal dan sempurna di
lingkungan Kodam II/Swj. secara berdaya guna dan berhasil
guna sebagai salah satu eksistensi keberadaan personel kesehatan dalam fungsi
dukungan kesehatan, dalam rangka mendukung Penggunaan Kekuatan Satuan TNI AD.
25. Sasaran.
a. Terwujudnya
kekuatan satuan Kesehatan melalui pembinaan organisasi, personel, materiel dan
piranti lunak secara efektif untuk dikerahkan
sebagai bantuan administrasi sesuai kebutuhan dalam rangka mendukung
tugas-tugas TNI AD umumnya dan satuan-satuan jajaran khususnya.
b. Tercapainya
kemampuan satuan kesehatan berupa kemampuan dukungan kesehatan melalui
pembinaan fungsi tehnis kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan
kepada satuan-satuan jajaran Kodam
II/Swj.
c. Tertatanya
gelar satuan kesehatan yang berorientasi
pada dislokasi dan pada satuan-satuan TNI AD yang dibantu serta berdasarkan
pokok-pokok pembinaan gelar satuan TNI AD guna kesiapan operasional dalam
menghadapi berbagai penugasan.
d. Dapat
berperan serta dalam pembangunan bidang kesehatan nasional sesuai paradigma
sehat abad ke 21 di mana pembangunan di arahkan kepada pembangunan yang
berwawasan kesehatan yang bertanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan
pendekatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif secara proporsional
dan profesional.
26. Subyek.
a. Danrem. Sebagai Komandan wilayah
yang bertanggung jawab langsung kepada Pangdam selaku pembina kewilayahan / teritorial.
b. Ka Kesdam. Selaku penanggung jawab sebagai
pembina fungsi tehnis bidang kesehatan di wilayah.
c. Dan Denkesyah. Sebagai Komandan operasional
satuan kesehatan di wilayah yang
bertanggung jawab langsung kepada Ka Kesdam dalam melaksanakan unsur-unsur
kesehatan bidang pelayanan kesehatan.
d. Dantonkes. Sebagai penangung jawab atas
terlaksananya dukungan kesehatan terhadap tugas yang dilaksanakan di
satuan-satuan tempur.
27. Obyek.
a. Sumber Daya Manusia. Sebagai komponen utama di dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada prajurit TNI
AD dan keluarganya agar dapat
menyelesaikan tugas-tugas yang diemban secara optimal.
b. Sarana dan Prasarana. Sebagai
pendukung utama di dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal sehingga
dapat tercapai penyelesaian tugas secara efektif dan efisien.
c. Pangkalan/Poliklinik. Sebagai
tempat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada prajurit TNI AD dan
keluarga serta masyarakat sekelilingnya.
d. Piranti Lunak. Pembinaan peranti lunak
kesehatan mengikuti sistem pembinaan peranti lunak TNI AD. Pengkajian validitas peranti lunak merupakan
hasil uji lapangan satuan kesehatan dan umpan balik, sedangkan revisi, uji
teori, pencetakan serta pendistribusian dilaksanakan terpusat.
28. Metoda. Yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan personel kesehatan dalam fungsi pelayanan kesehatan adalah rekruitmen, penyuluhan, pendidikan dan latihan, penugasan dan sosialisasi perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kedokteran/kesehatan.
a. Edukasi. Adalah pendidikan yang
diberikan secara berlanjut, bertingkat untuk memperolah hasil SDM yang profesional di dalam bidangnya
masing-masing.
b. Sosialisasi.
Adalah mengenalkan sistem pelayanan dan dukungan kesehatan yang
berwawasan lingkungan dan mempunyai sarana dan prasarana yang modern yang dapat
mendukung di dalam pencapaian tugas pokok TNI AD.
c. Leadership.
Adalah Seni dan kecakapan dalam
mempengaruhi dan membimbing orang
bawahan, sehingga dari pihak yang dipimpin timbul
kemauan, kepercayaan, hormat dan ketaatan yang diperlukan dalampenunaian
tugas-tugas yang dipikulkan padanya, dengan menggunakan alat dan waktu, tetapi
mengandung keserasian antara tujuan kelompok atau kesatuan dengan
kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuan perorangan. Sifat-sifat Kepemimpinan. Merupakan kualitas pribadi seorang
pemimipin/komandan, karena sifat-sifat kepemimpinan adalah sikap dan tingkah
laku yang dapat dilihat serta dicontoh oleh lingkungan sekitarnya.
29. Sarana dan Prasarana.
a. Semua
sarana dan prasarana yang dimiliki TNI AD dan Satuan Kesehatan.
b. Meliputi
media, lembaga-lembaga pendidikan, (Rindam maupun di Pusdik-pusdik jajaran
Kodiklat TNI AD) serta fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki TNI AD dan
pemerintah daerah.
30. Upaya
yang dilaksanakan. Di dalam menunjang upaya peningkatan pelayanan dan
dukungan kesehatan di karena keberhasilan
dari sistem pelayanan kesehatan melibatkan unsur-unsur yang terkait dari mulai
tingkat daerah hingga tingkat pusat yang mempunyai kemampuan yang profesional.
Adapun upaya-upaya untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Sistem manajemen dukungan kesehatan yang profesional.
1) Dalam
hal ini pemberdayaan pelayanan kesehatan secara optimal.
2) Membuat
prosedur dan evaluasi mingguan tentang pelayanan termasuk keluhan.
3) Melaksanakan
tugas yang didasarkan atas dasar moral dan etika.
b. Poliklinik Yang Berwawasan Lingkungan. Selalu menjaga kebersihan poliklinik dan lingkungannya
agar tetap tampak bersih dan asri.
c. Sumber daya manusia yang profesional. Mempunyai
keahlian bidang masing-masing didalam memberikan pertolongan dalam situasi
kedaruratan cepat bertindak dan pada porsinya.
d. Pembinaan Piranti Lunak. Agar
sistem informasi, pencatatan dan pelaporan pada setiap sistem kegiatan berjalan
normal.
BAB VII
PENUTUP
31. Kesimpulan. Dari pokok-pokok pembahasan dan uraian tentang upaya meningkatkan pelayanan dan dukungan kesehatan
di satuan-satuan jajaran
Kesdam II/swj di atas dapat disimpulkan sebagai
berikut :
a. Alkes,
obat-obatan dan sarana evakuasi belum mendukung secara optimal.
b. Sumber
daya manusia untuk melakukan tindakan
kegawat daruratan dirasakan masih kurang profesional dan kurang mendapat
dukungan untuk pengembangan profesinya.
c. Peran
serta Komando dalam menunjang kelancaran dukkes di satuan-satuan jajaran kurang optimal.
32. Saran. Dari beberapa kesimpulan di atas dalam rangka memberikan
pelayanan dan dukungan kesehatan yang dilaksanakan di satuan-satuan jajaran Kesdam II/Swj kurang sepenuhnya terselenggara dengan baik dan kurang mendapat dukungan
dari komando satuan-satuan terkait. maka disarankan :
a. Perlu
dipertimbangkan penambahan pasilitas untuk pelayanan dan dukungan kesehatan
disatuan-satuan tempur personel yang berperan bekerja secara optimal.
b. Untuk
alkes, obat-obatan dan sarana evakuasi harus mendapat dukungan komando satuan
terkait.
c. Meningkatkan
kemampuan sumber daya manusia dengan senantiasa belajar, dan menambah
ketrampilan dengan diberi kesempatan menambah ilmu dibidangnya.
d. Koordinasi
dengan instansi kesehatan lainnya dalam mendukung pelaksanaan tugasnya. Perlu dilakukan langkah-langkah yang
konstruktif dalam upaya mencapai standarisasi pelayanan dan dukungan kesehatan
yang proposional dan profesional dengan mengembangkan sistem pengajaran
Dikbangspes tingkat Tamtama, Bintara dan Perwira Kesehatan.
g. Perlunya
meningkatkan kemampuan baik secara kualitas mapun kuantitas sesuai dengan
tantangan tugas ke depan, perkembangan tekhnologi kedokteran, dan standarisasi
kesehatan dilapangan.
terimakasih atas informasinyamenurunkan tekanan darah tinggi
ReplyDeleteعزل الاسطح
ReplyDeleteعزل اسطح